Tata Cara Shalat Witir Sesuai Al-hadits dan Al-Qur’an

532
tata cara shalat witir
http://www.akidahislam.com

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatu

Tata cara shalat witir – Dari banyaknya macam-macam shalat sunnah, shalat witir merupakan shalat yang istimewa. Ia paling berdeda dengan shalat sunnah yang lainnya, dari jumlah bilangan rakaat-nya ia berbeda dan kalo dilihat dari keutamaan-nya ia juga punya keistimewaan sendiri.

Karena istimewanya shalat witir ini, sampai sampai rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan wasiat kepada para sahabat dan para kaum muslimin untuk selalu senantiasa menjaganya, jangan sampai meninggalkannya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wassalam, mewariskan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat ; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan setelah tidur shalat witir.” (HR. Bukhori Muslim)

Sebelum membahasa terlalu jauh tentang bagaimana tata cara shalat witir yang benar dan sesuai al-Qur’an dan al-Hadits, alangkah lebih baik bila kita sebagai seorang muslim untuk mengetahui apa itu shalat witir dan keutamaan keutamaan-nya.

Pengertian Shalat Witir

Shalat witir merupakan salah satu shalat sunnah yang dikerjakan di waktu malam hari, dan di kerjakan diantara sesudah shalat isya sampai sebelum waktu shalat subuh tiba. Shalat malam adalah shalat yang paling utama setelah shalat yang lima waktu (wajib) sebagai mana yang terdapat dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi :

وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ……..

“dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib ialah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163, dari Abu Hurairah)

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhori Muslim)

Pengertian shalat witir menurut bahasa yaitu witir berasal dari kata wa-ta-ra, yang berarti memiliki arti ganjil, seperti satu, tiga, lima, dan seterusnya. Karena shalat ini memang dikerjakan dengan jumlah ganjil.

Sedangkan menurut syari’at, pengertian shalat witir yaitu shalat tertentu yang dilakukan diantara waktu setelah shalat isya sampai sebelum shalat subuh tiba sebagai penutup shalat malam lainnya.

Hukum Shalat Witir

Hukum shalat witir yaitu sunnah muakadah (yang di anjurkan/ditekankan), bukan wajib. Pendapat mayoritas ulama dan di sertai ‘ijma (kesepakatan para ulama) bahwa shalat witir adalah sunnah yang ditekankan, bukan wajib.

Dan diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa shalat witir adalah sunnah, bukan wajib :

  • Hadits Ibnu Umar

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه

Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam hadits diatas menunjukkan bahwa adanya perintah untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam.

  •  Hadits Abu Bushrah Al-Ghifaari

قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :” إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا ، وَهِيَ الْوَتْرُ ؛ فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ”. أخرجه أحمد.

“Sesungguhnya Allah telah menambahkan untuk kalian satu shalat, maka peliharalah shalat tersebut. Shalat itu adalah Witir. Maka shalatlah di antara shalat Isya` sampai shalat fajar. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh syekh al-Albani dalam silsilah hadits ash-Shahihah, no. 108 {1/221})

  •  Hadits Abu Ayub Al-Anshari

قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjakanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Majah, dan dishahihkan oleh syekh al-Albani dalam shahih Abu Dawud, no. 1421).

Tetapi ada juga dalil yang menyatakan bahwa shalat witir adalah sunnah yang ditekankan (muaakadah), sebagaimana hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, beliau berkata :

الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنْ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Shalat witir tidak wajib seperti bentuk shalat wajib, namun ia adalah sunnah yang di sunnah-kan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.” (HR. An-Nasa’i. Dishahihkan oleh Syekh al-Albani dalam shahih sunan an-Nasa’i, 1/368 dan shahih al-jami, no. 7860).

Keutamaan Shalat Witir

tata cara shalat witir
www.markazalfityan.com

Keutamaan keutamaan shalat witir yang harus kita ketahui adalah sebagai berikut :

  • Shalat Witir di Cintai Oleh Allah

Keutamaan shalat witir yang pertama adalah  shalat sunnah yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, karena shalat witir ini di kerjakan dengan jumlah rakaat yang berbeda dengan shalat shalat sunnah yang lainnya.

Sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ.

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.” (HR. Abu Dawud])

  • Shalat Witir di Saksikan Oleh Malikat

Lalu keutamaan shalat witir yang kedua adalah disaksikan oleh Malaikat, dan Malaikat mendoakan orang – orang yang mengerjakan shalat malam (witir) di penghujung malam (sepertiga malam terakhir). Sebagaimana yang telah di jelaskan dalam hadits berikut :

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahhu ‘alaihi wassalam bersabda :

مَنْ خَافَ مِنْكُمْ أَنْ لَا يَسْتَيْقِظَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ لِيَرْقُدْ وَمَنْ طَمِعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَيْقِظَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَإِنَّ قِرَاءَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ

“Siapa di antara kalian yang khawatir tidak bangun di akhir malam hendaknya ia witir di awal malam, lalu ia tidur. Dan siapa di antara kalian yang yakin bisa bangun di akhir malam maka hendaknya ia berwitir di akhir malam. Seba, bacaan di akhir malam dihadiri Malaikat dan lebih utama.” (HR. Muslim, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

bacaa juga artikel terkait Tata Cara Shalat Tahajud Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

  • Sebagai Tambahan Shalat

Shalat witir adalah sebagai shalat tambahan, sebagaimana yang telah di jelaskan dalam hadits berikut :

Dari Abu Bashrah Al-Ghifari Radhiyallahu anhu, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan kalian tambahan shalat, yaitu shalat witir, maka shalat witirlah kalian anatara waktu isya hingga shalat subuh.” (HR. Msulim)

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu anhu, ia berkata : ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berasabda :

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah ia, yaitu shalat witir.” (HR. Ahmad)

  • Sebagai Penyempurna Shalat Malam

Shalat witir adalah shalat malam yang dilakukan baik sesudah tidur maupun sebelum tidur dan tanpa shalat witir makan belum sempurna shalat  malam (qiyamul lail) seseorang. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits berikut :

Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir.” (HR. Bukhori Muslim)

Dalam hadits yang lain juga disebutkan :

Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata,  “Barangsiapa shalat sunnah di malam hari maka hendaklah ia men-jadikan akhir shalatnya adalah shalat Witir, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu.” (HR. Muslim)

Apabila ia tidak mampu bangun pada waktu malam untuk shalat tahajud, maka hendaklah sebelum tidur ia mengerjakan shalat witir. Jika sekiranya mampu untuk bangun malam, maka kerjakanlah setelah shalat tahajud maka itu lebih utama. Sebagaimana yang telah di jelaskan dalam hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam yang berbunyi :

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُوْمَ آخِرَ اللَّيْلِ، فَلْيُوْتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُوْمَ آخِرَهُ فَلْيُوْتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُوْدَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ.

“Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada awal malam. Dan barang siapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada akhir malam. Karena shalat di akhir malam itu di saksikan oleh para Malaikat, dan itu adalah lebih utama.” (HR. Muslim, dalam kitab shalaatil musaafirin, bab man khaafa an laa yaquuma min akhiril laili fal yuutir awwa-lahu, no. 755)

Dalam redaksi lain juga di sebutkan :

Dari Aisyah Radhiyallahu anhuma ia menuturkan, “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di malam hari (shalat Tahajjud) sedang ia berbaring di hadapannya. Bila tinggal tersisa shalat Witir yang belum dilaku-kan, beliau pun membangunkannya, dan ‘Aisyah pun lalu shalat Witir.” (HR.Bukhori)

Waktu Pelaksanaan Shalat Witir

tata cara shalat witir
http://www.portoalegre.travel

Mungkin ada beberapa di antara sobat yang bertanya, kapan sih shalat witir dilakukan? dan apakah ada waktu batasannya untuk mengerjakan shalat witir? Tetapi saya yakin sebagian sobat pasti sudah ada yang mengetahui waktu shalat witir dan bahkan sudah terbiasa mengerjakan shalat sunnah witir ini.

Waktu pelaksanaan shalat witir menurut jumhur ulama menyatakan bahwa waktu pelaksanaannya terbentang sejak setelah shalat isya sampai terbitnya fajar (shalat subuh). Hal ini didasari oleh beberapa hadits berikut :

Dari Abu Bashrah Al-Ghifari Radhiyallahu anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah memberikan kalian tambahan shalat, yaitu shalat witir, maka shalat witirlah kalian anatara waktu isya hingga shalat subuh.” (HR. Ahmad)

Sayyid Sabiq menjelaskan dalam fiqih sunnah, disunnahkan untuk bersegera melaksanakan shalat witir pada awal malam (setelah isya) bagi yang khawatir tidak dapat/bisa bangun pada waktu akhir malam (sepertiga malam). Akan tetapi bagi orang yang sanggup/bisa bangun di akhir malam (sepertiga malam), maka hendaknya mengerjakan pada akhir malam , karena hal itu lebih utama.

sebagaimana yang telah di jelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallahu ‘anhu, yang berbunyi :

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Barangsiapa yang khawatir tidak akan sanggup bangun pada waktu akhir malam, hendaknya ia berwitir pada permulaan malam. Dan barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, hendaknya ia berwitir pada akhir malam itu. sebab mengerjakan shalat pada kahir malam itu disaksikan Malaikat yang demiakan itu lebih utama.” (HR. Muslim)

Hadits lain menyebutkan :

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata: Pada setiap malam Rasulullah saw melaksanakan shalat witir di awal malam, pertengahan malam dan akhir malam, maka berakhirlah waktu shalat witir hingga waktu sahur (terbitnya fajar).” (HR. al-Jama’ah)

Jumlah Raka’at Dalam Shalat Witir

Sebenarnya berapakah jumlah rakaat shalat witir? Dalam hal ini, ada beberapa hadits yang mejelaskan tentang berapa jumlah rakaat shalat witir yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Di antaranya sebagai berikut :

الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

“Shalat witir wajib bagi setiap muslim, barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah. Yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjakanlah, dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan di shahihkan oleh syekh al-Alhbani dalam shahih sunnah Abu Dawud, no. 1421)

Bacaan Dalam Shalat Witir

Ketika seseorang hendak mengerjakan shalat sunnah witir, maka surat yang hendak ia baca dan yang sesuai sunnah yaitu pada rakaat pertama hendanya ia membaca surah al-Ala, pada rakaat yang kedua hendaknya ia membaca surah al-Kafirun, dan pada rakaat yang ketiga yaitu surah al-Ikhlas. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits berikut :

Dari Ubai bin Ka’ab ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَقْرَأُ مِنَ الْوِتْرِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى ، وَفِيْ الرَّكَعَةِ الثَّانِيَةِ بِـ{قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ ، وَفِيْ الثَّالِثَةِ بِـ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد وَلاَ يُسَلِّمُ إِلَّا فِيْ آخِرِهِنَّ”. أخرجه النسائي.

“Dahulu, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wassalam membaca dari shalat witirnya surah al-Ala, dan pada rakaat kedua membaca surah al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas. Beliau tidak salam kecuali di akhirnya. (HR. an-Nasa’i dan dishahihkan oleh syekh al-Albani dalam shahih sunnah an-Nasa’i, no. 1/372)

Do’a Qunut Dalam Shalat Witir

tata cara shalat witir
http://www.muslimoderat.net

Ada pun Bacaan Doa Qunut dalam shalat sunnah witir yaitu sebagai berikut:

Dari Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memberitahukan beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yang berbunyi :

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang orang yang telah engkau beri keselamatan, peliharalah diriku di antara orang orang yang engkau telah pelihara. Berkahilah untukku apa yang telah engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah engkau tetapkan, sesungguhnya engkau yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah engkau jaga dan engkau tolong. Engkau maha suci dan maha tinggi.” (HR. Abu Daud no. 1425, An-Nasa’i no. 1745, At-Tirmidzi no. 464. dan di shahihkan oleh syekh Al-Albani)

Tata Cara Shalat Witir Sesuai Sunnah

 

tata cara shalat witir
catatanislamiyah.blogspot.com

Dalam mengerjakan shalat sunnah witir atau tata cara shalat witir yaitu memiliki jumlah rakaat ganji, boleh di kerjakan dengan satu rakaat, boleh juga tiga rakaat dengan ketentuan 2-1 (dua rakaat salam dan kemudian ditambah satu rakaat kemudian salam).

الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

“Shalat witir wajib bagi setiap muslim, barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah. Yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjakanlah, dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan di shahihkan oleh syekh al-Alhbani dalam shahih sunnah Abu Dawud, no. 1421)

  • Shalat Witir Dikerjakan Secara Terpisah

Tidak seperti tata cara shalat sunnah lainnay, shalat witir dikerjakan dengan terpisa. Sebagaimana yang telah tertera dalam hadits, yang berbunyi :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِى الْحُجْرَةِ وَأَنَا فِى الْبَيْتِ فَيَفْصِلُ بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمٍ يُسْمِعُنَاهُ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau (shallallahu ‘alaihi wassalam) memisah antara rakaat yang genap dengan rakaat yang ganjil dengan salam yang beliau per-dengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad)

Dalam redaksi yang lain disebutkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata :

كَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَفْصُلُ الشَّفْعَ وَ الْوِتْرَ بِتَسْلِيْمٍ يُسْمِعُنَا

“Rasulullah Shallallahu ‘alahi wassalam pernah memisah antara dua rakaat dan yang satu (dalam witir) dengan salam yang bisa kami dengar.”

  • Shalat Witir Dikerjakan Secara Langsung

Adapun dalil-dalil yang menjelaskan bahwa shalat witir dikerjakan secara langsung yaitu sebagai berikut :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam biasa berwitir tiga rakaat sekaligus, beliau tidak duduk (tsyahud) kecuali pada rakaat terakhir.” (HR. Baihaqi)

Dalam redaksi hadits lain di jelaskan :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ فِى آخِرِهَا

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam biasa melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas rakaat, lalu beliau berwitir dari shalat malam tersebut dengan lima rakaat. Dan beliau pun duduk (tasyahud) ketika witir kecuali pada rakaat terakhir.” (HR. Muslim)

Dari penjelasan diatas sudah sangat jelas bahwa shalat sunnah witir adalah sunnah yang sangat ditekankan/dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, agar kita senantiasa memelihara dan menjaga shalat sunnah witir ini.

Apabiala ada benarnya itu datangnya dari Allah Subhanahu wa ta-ala dan apabiala ada salahnya itu datangnya dari diri pribadi.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barukatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here