Suka Duka Menjadi Santri Baru

Bagi mereka yang sudah menjadi alumni, masa-masa menuntut ilmu di pondok pesantren adalah masa-masa yang sangat dirindukan. Mondok/nyantri di pesantren menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

Pengalaman tersebut sangatlah berharga, dimana kita bisa mengingat masa-masa yang sangat menyenakkan itu. Apalagi ketika kita berkumpul bersama temen-temen, belajar, mengaji, menghafal, makan satu nampat buat rame-rame, mandi, mengantri dan melakukan aktivitas-aktivitas yang lain bersama temen-temen.

Kita juga mengingat betapa susahnya menghafal bebrapa ayat dari Al-qur’an untuk setoran harian. Salah satu momen yang paling tak terlupakan adalah ketika kita pertama kali masuk pondok pesantren sebagai santri baru.

Dalam rangka untuk mengingat momen yang sangat berharga ini, mari kita simak bagai mana suka duka yang dialami saat menjadi santri baru. Selamat membaca…

Contents

Lingkungan Baru

http://darunnajah.com

Yang pasti akan dialami oleh seorang santri baru adalah lingkungan yang baru. Berpindah dari tempat yang lama (rumah) menuju ke tempat yang baru yaitu pondok pesantren. Di komplek pondok pesantren santri baru akan merasakan lingkungan yang sangat berbeda.

Ada yang sedang mengaji, belajar, menghafal, bermain, masak di dapur sampai bersih-besih. Tak sedikit pula santri baru yang kaget dengan keadan kamar tidur yang kecil tapi ditempati orang banyak, kamar mandi yang sedikit tapi digunakan oleh banyak orang.

Teman Baru

http://arwave.blogspot.com

Santri baru pasti akan bertemu dengan santri yang baru lainnya.Orang-orang yang menjadi santri baru datang dari berbagai macam daerah. Ada yang dari Sulawesi, Makasar, Bandung, Jakarta, jawa, Riau, sumatra, Madura, lampu, dan Papua.

Bahkan dibeberapa pondok pesantren yang lain ada beberapa santri-santrinya yang berasal dari luar negri. Mereka akan saling berkenalan dengan satu sama lainnya.

Latar Belakang yang Berbeda-Beda

Santri yang mondok datang dari berbagai daerah yang berbeda. Tentu suku bangsa, bahasa, dan budayanya berbeda. Mereka akan berkumpul didalam lingkungan yang sama.

Setelah berkenalan santri baru akan belajar berbagai bahasa, belajar mengel karakteristik orang lain, dan kebiasan-kebiasan dari temen-temennya tersebut. Ada yang bahasa jawa, sunda, madura, papua, makasar, lampung, dan sumatra.

Ada juga yang pemarah, malas, pendiam, pemalu, sok jagoan, reajin, jahil, cengeng, penakut, dan beranni. Intinya para santri yang baru akan belajar beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat yang mutikultural.

Satu Kamar Dihuni Orang Banyak

quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com

Dilingkungan pondok pesantren semuanya serba berjamaah. Sudah umum jika satu kamar dihuni dengan banyak orang santri. Ada tipe-tipe kamar yang dipetak-petakkan, ada juga yang satu kamarnya langsu dipetak besar. Ada juga yang tidur dilantai yang hanya dialaskan dengan kasur saja.

Jika kamar yang sempit semua santri tidurnya berdesak-desakkan , supaya semua santri bisa tidur dengan nyaman makan meraka harus berjejer rapi. Jika memang benar-benar sudah tidak muat lagi, meraka diperbolehkan tidur dikelas dan di masjid pondok.

Bahkan ada juga yang kamarnya hanya digunakan untuk meletakkan lemari saja, sedangkan santri bisa tidur dimana saja yang mereka inginkan. Namun ada beberapa pondok pesantren dan pihak pondok pesantren yang sudah menata tempat tidur santri.

Jadwal yang Padat

www.google.co.id

Dimana-mana yang namanya pondok pesantren pasti banyak kegiatannya. Bahkan sebagaian poondok pesantren sudah membuatkan jadwal untuk para santrinya dari pagi sampai malam. Biak kegiatan belajar mengajar, mandi, makan, tidur siang dan tidur malam.

Sudah tentu ini akan terjadi pada setiap santri, baik santri lama maupun santri yang baru.  Karena di pondok pesantren, semua santri akan ditempah kepribadaian-nya agar ketika mereka lulus dan tidak di pesantren lagi meraka akan menjadi orang yang kuat dan tidak mudah mengeluh.

Ada santri yang kegiatannya hanya mengaji dan membantu para guru dan kiyai nya, ada juga yang mengaji dan sekolah saja. Santri yang sambil sekolah, kegiatan pagi dan siang digunakan untuk belajar formal di sekolah, kemudian dari sore sampai malam digunakan untuk mengaji. Dengan begitu jadwal santri akan menjadi lebih padat.

Santri baru umumnya belum terbiasa dengan kondisi yang seperti ini. Mereka yang tidak terbiasa dengan kondisi seperti ini, biasanya akan tereliminasi dengan sendirinya, alias keluar. Tapi sebenarnya jiak kita menikmati kesehariannya dan melakukannya dengan ikhlas, insya allah kiat akan bertahan sampai akhir.

Jatuh Sakit

youtube.com

Satu lagi fenomena yang akan di alami oleh santri baru saat masuk pondok pesantren, yaitu sakit. Tubuh santri yang tidak terbiasa dengan jadwal yang sangat padat, tidak menutup kemungkinan ia akan jatuh sakit.  Penyebabnya bisa jadi karena kelelah, badan yang kurang fit, dan kurang air.

Biasanya santri yang jatuh sakit di izinkan pulang kerumah untuk berobat dan dirawat di rumah. Tapi terkadang ada-ada saja santri yang memanfaatkan kondisi tersebtu agar bisa berlama-lama di rumah.

Makanan Seadanya

asadiyahpusat.org

Tidak seperti saat di rumah, kita bisa memilih-milih makanan yang kita suka.  Di pondok pesantren semua santri baru harus terbiasa dengan makanan yang telah disediakan oleh pihak pondok pesantren.

Bisanya pihak pondok pesantren sudah menyiapkan menu atau membuat jadwal makanan yang akan disediakan kepada para santri. Misalnya hari senin sayur lodeh, selasa sayur terong, rabu sayur sop dan lain sabagainya.

Para santri tidak bisa memilih-milih makanan sesuka hatinya karena makanan yang tersedia hanya itu. Waktu makan santri pun sudah ditentukan oleh pihak pesantren. Makan pagi jam 8, makan siang jam 1, dan makan malam bakda shalat isya sekitar jam 7:30 wib.

Apabial santri telat makan mereka harus menunggu waktu makan selanjutnya atau jajan diluar. Itu pun kalo diizinkan. Dengan begitu santri akan menjadi disiplin waktu.

Kangen Rumah

Setiap santri baru pasti akan mengalami hal ini. Mungkin satu dua hari sampai satu minggu masih belum kangen dengan rumah. Tapi satu atau dua bulan pasti deh mulai kangen dengan rumah.

Kangen suasana rumah, kangen ibu, ayah, adik, kakak, temen-temen dan semua yang berhubungan dengan rumah. Jika dalam kondisi kangen dengan rumah biasanya santri baru akan sering menyendiri dan mengingat-ingat betapa enaknya suasana dirumah.

Biasanya santri baru akan membanding-bandingka suasana pondok dengan rumahnya. Di pondok setelah pulang sekolah masih harus mengaji, kalo di rumah setelah pulang sekolah langsung tidur atau main. Di pondok kamar mandinya kotor dan harus mengantri, di rumah kamar mandinya bersih dan bisa digunakan kapan pun ia mau.

Perasaan kangen dengan rumah ini sangat wajar sekali, bahkan malah banyak yang satu atau dua hari sudah mulai kangen dengan rumah dan ingin pulang. Tapi lambat laut perasaan seperti ini akan hilang dengan sendirinya, dengan banyak beraktivitas bersama temen-temen. Jangan suka menyendiri dan banyak merenung.

Menangis

jalanislaminyah.blogspot.com

Yang satu ini adalah lanjutan dari kangen dengan rumah. Setelah santri baru mengalami fase ini, biasanya dia akan menangis. Di malam hari ketika hendak beranjak tidur, setelah aktivitas pondok yang sangat padat, lalu teringatlah suasana di rumah.

Muncul gambaran-gambaran wajah orang tua yang sedang tersenyum dan melabi-lambaikan tangannya. Mulailah berkaca-kaca matanya hingga akhirnya meneteslah air matanya yang sudah tak tertampung lagi oleh kelopak matanya.

Ada juga santri yang menangis di dalam kamar mandi. Mengguyur wajah adalah momen yang sangat tepat untuk menangis, dengan kondisi kamar mandi tertutup dan suara air keran yang mengucur sehingga isak tangis pun menjadi samar-samar dan tidak terdengar lagi. Mungkin kamar mandi menjadi tempat favorit untuk menangis secara diam-diam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *