Tata Cara Wudhu Tayamum Yang Diajarkan Rasulullah

317
www.ngrukem.com

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatu

Cara wudhu tayamum – Tayamum merupakan salah satu cara untuk bersuci atau untuk menghilangkan hadats dan sebagai pengganti dari wudhu, di karena ada udzur yang syar’i atau hal-hal yang menyebabkan ia harus bertayamum. Misalnya tidak adanya air atau karena ada penyakit di anggota tubuh kita yang tidak bisa terkena air atau sedang berada di kendaraan sehingga tidk memungkinkan untuk berwudhu dengan air.

Bersuci dengan cara wudhu tayamum berbeda dengan cara berwudhu, jika kita berwudhu kita bisa mengerjakan ibadah wajib lainnya selama kita masih dalam keadaan suci atau belum batal wudhunya. Namun apabila kita bertayamum kita hanya bisa mengerjakan satu kali ibadah saya, misalnya kita bertayamum karena akan mengerjakan shalat zuhur maka ketika kita hendak shalat ashar makan kita harus bertayamum lagi meskipun kita belum batal.

Adapun media yang bisa digunakan untuk bertayamum yaitu dengan debu/tanah yang suci, tetapi sebelum kita bertayamum kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu tayamum, syarat-syarat sahnya tayamum dan tata cara wudhu tayamum.

Pengertian Tayamum

cara wudhu tayamum
www.ngrukem.com

Tayamum merupakan cara bersuci selain mandi dan berwudhu dan tayamum juga merupakan pengganti mandi adan wudhu untuk meringankan seseoarang bersuci disebabkan tidak dapat menggunakan air karena berbagai uzur atau halangan.

Sedangkan pengertian tayamum sendiri adalah mengusap-kan debu atau tanah ke muka dan kedua tangan kita sampai ke siku dengan beberapa syara syarat yang telah ditentukan, sebagai pengganti mandi dan wudhu.

Pengertian tayamum menurut bahasa adalah “menuju”. Sedangkan menurut syari’at tayamum adalah menyampaikan debu yang suci ke wajah dan kedua tangan sebagai gantinya wudhu, mandi atau membasuh anggota badan dengan disertai syarat syarat yang telah di tetapkan tau ditentukan.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanallahu wa ta’ala dalam surah al-Maidah ayat : 6 yang berbunyi :

cara wudhu tayamum

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandi-lah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air(kakus)  atau menyentuh perempuan lalu kamu tidak memperolah air, maka bertayamumlah denga tanah yang baik (suci); maka sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah (debu) itu. Allah tidak ingin me-nyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-nya bagimu, agar kamu bersyu-kur.” (QS. al-Alma’idah : 6)

Syarat-Syarat Sah-nya Tayamum

cara wudhu tayamum
www.pasoyin.com

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengerjakan tayamum adalah syarat-syarat sahnya tayamum. Adapun syarat-syarat sahnya tayamum yaitu sebagai berikut :

  1. Ada Uzur

Tidak dapat menggunakan air karena sakit, hajat, atau bepergian (musyafir). Dalam hal ini seorang musyafir ada empat (4) golongan.

Ia tidak yakin tetapi ia menduga bahwa disana mungkin ada air tetapi mungkin juga tidak ada air. Dalam situasi atau keadaan ini ia hendaknya mencari air terlebih dahulu di tempat tempat yang memungkinkan ditemukan air.

Jika tempat air itu dekat dan jaraknya bisa di jangkau oleh musyafir, maka ia wajib mengambil air itu dan tidak dibenarkan ia bertayamum.

Ia yakin bahwa di sekitar tempatnya ada air. Dalam hal ini beberapa kemungkinan, yaitu sebagai berikut :

  1. Jika tempat air itu dekat dan jaraknya bisa di jangkau maka ia wajib mengambil air tersebut dan tidak dibenarkan untuk ia bertayamum.
  2. Jika air itu dekat akan tetapi ia kesulitan untuk mengambilnya karena banyak musyafir lain yang berdesakan untuk mengambil air tersebut dan ia takut tertinggal dengan rombongan (kendara), maka ia boleh untuk bertayamum.
  3. Jika tempat airnya jauh sehingga ketika ia mengambilnya akan menelan banyak waktu dan menghabiskan waktu shalat, maka ia diperbolehkan untuk bertayamum karena dianggap ia tidak mendapatkan air.

Disamping itu, tayamum dibenarkan untuk orang sakit karena ditakutkan atau dikuatirkan si pengguna air akan mengakibatkan sakit-nya menjadi parah, bisa mengakibatkan kematian dan sebagainya. Kekuatiran ini dapat didasarkan atas keterangan dari dokter yang amanah dan pengetahuannya sendiri.

Tayamum juga dibenarkan bagi orang yang memiliki air akan tetapi air tersebut hanya cukup untuk kebutuhan ia minum dan hewan untuk menyambung hidup. Kondisi yang seperti ini dianggap tidak dapat menggunakan air.

  1. Masuk Waktu

Tayamum untuk shalat yang ber-waktu, baik yang fardhu (wajib) maupun yang sunnah, dan hanya dibenarkan ketika masuk pada waktunya. Jika melakukan tayamum dilura waktunya maka tayamumnya tidak sah, Alasannya tayamum itu sebagai pengganti wudhu atau dalam keadaan darurat air dan tidak ada keadaan darurat sebelum atau diluar waktu masuk shalat.

  1. Tidak Dapat Menggunakan Air

Tidak dapat menggunakan air dikarenakan ada uzur yang syar’i, seperti sakit yang tidak diperbolehkan terkena air atau ketinggalan rombongan (mobil).

  1. Tanah (Debu) Yang Murni dan Suci

Tayamum hanya dibenarkan atau sahnya  tayamum yaitu dengan menggunakan tanah yang murni (suci) dan Debu (Turab). Apbila tanah yang sudah tercampur dengan semen, blerang, batu, dan semisalnya, maka tanah tersebut tidak sah untuk bertayamum.

Do’a / Niat Tayamum

cara wudhu tayamum

“Sengaja saya bertayamum untuk melakukan shalat fardhu (wajib) karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Wudhu Tayamum

cara wudhu tayamum
islam-today.ru

Adapun tata cara wudhu tayamum ialah sebagai mana yang telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wassalam :

“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukan seperti ini.” Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dan dengan tangan kirinya dan punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. {HR. Bukhori no. 347 dan Muslim no. 368}

1. Niat

Niat istibahah (niat membolehkan) shalat atau ibadah yang lain yang memerluka atau di haruskan ber-suci (thaharah), seperti thawaf dan sebagainya. Niat dilakukan serentak dengan pekerjaan pertama dalam melakukan tayamum, yakni ketika memindahkan tangan ke wajah. Hanafiah dan Hanabilah memasukannya sebagai syarat tayamum, namun Syafi’ah dan Malikiah berpendapat memasukkan niat dalam rukun.

Menyapu wajah, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah an-Nisa ayat 43, yang berbunyi :

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sedang apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar untuk lewat saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); Usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh Allah maha pemaaf, Maha pengampun.” (QS. an-Nisa Ayat : 43)

2. Menyapu Kedua Tangan Hingga Pergelangan Tangan

Seseorang yang sedang mengerjakan tayamum harus menghilangkan atau melepaskan sesuatu yang dapat menghalangi debu untuk bersentuhan dengan kulit.

Bagian ini yang harus diusap adalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan saja atau dengan kata lain tidak sampai dengan siku seperti pada saat melakukan wudhu.

3. Tertip (berurutan)

yakni mendahulukan wajah terlebih dahulu baru kemudian tangan.

Perlu di ingatkan lagi bahwa tayamum ini adalah sebagai pengganti wudhu karena dengan sebab-sebab syar’i yang telah di sebutkan di atas, adapun untuk Tata Cara Berwudhu yang Sesuai Al-hadist dan Al-qur’an telah kami bahas di halaman sebelumnya.

Demikianlah sedikit pembahasan yang tentang cara wudhu tayamum, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat buat kita semua dan semoga kita bisa mengamalkannya dengan baik.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here