Cara Tayamum Orang Sakit dan Tata Cara Shalat Orang Sakit

cara tayamum orang sakit

Cara tayamum orang sakit – orang sakit pasti susah untuk berjalan atau bisa juga ada bagian tubuh yang terluka sehingga tidak boleh terkena air. Akan tetapi jika bisa menggunakan air untuk bersuci, maka wajib hukumnya untuk tetap menggunakan air untuk berwudhu. Akan tetapi jika tidak bisa menggunakan air maka di perbolehkan tayamum, karena jika ia menggunakan air bisa membahayakan dirinya.

Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa ta’ala,  mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dengan ajaran yang lurus, toleran dan ajaran tersebut selalu mendatangkan kemudahan bagi hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu suatu kesempitan dalam agama.” (QS. Al Hajj [22] ayat 78)

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al Baqarah [2] ayat 185)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah [2] ayat 286)

“Maka bertakwalah kalian kepada Allah sesuai kesanggupan kalian dan dengarlah serta ta’atlah.” (QS. At Taghobun [64] ayat 16)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya agama ini mudah.” (HR. Bukhari no. 39)

“Jika kalian diperintahkan dengan suatu perintah, laksanakanlah semampu kalian.” (HR. Bukhari no. 7288 dan Muslim no. 1337)

Kesimpulannya adalah Allah telah meringankan beban orang yang sakit untuk melakukan ibadahnya. Allah telah meringankan beban hambanya sesuai kondisi yang sedang terjadi. Dalam setiap kondisi tentu ada aturannya, dalam kondisi darurat tentu ada saja ada hukum yang meringankan.

Bagaimana Cara Tayamum Orang Sakit (bersuci)?

cara tayamum orang sakit
http://mediamuslimah.com

Bila orang tersebut tidak boleh kena air atau tidak bisa bergerak bisa dengan tayamum. Lalu bagaimana caranya? Cara tayamum orang sakit yang baik dan sesuai tuntunan agama, bisa dilihat seperti petunjuk berikut ini.

Cara tayamum orang sakit:

cara tayamum orang sakit

  1. Orang bertayamum sambil duduk, terus sediakan wadah untuk debu.
  2. Tuangkan debu ke wadah tersebut.
  3. Menepuk kedua tangan ke tanah/debu yang suci.
  4. Menepuk kedua tangan (meniup kedua tangan).
  5. Mengusap wajah.
  6. Mengusap telapak tangan dari ujung jari hingga pergelangan tangan.
  7. Selesai (beraturan)

Tata cara tayamum orang sakit (bersuci) atau wudhu bagi orang sakit yang tidak bisa berdiri atau di tempat tidur saja, berikut penjelasannya:

Persiapan:

  1. Handuk

Siapkan handuk untuk menerima tetasan air wudhu bagi orang sakit. Sehingga tetesan tersebut tidak tercecer kemana-mana.

  1. Air yang suci atau bersih

Bisa dimasukan ke dalam semprotan atau sprayer pewangi sebagai alat bantu untuk memberikan air ke orang yang sakit.

  1. Baskom

Untuk menampung air setelah orang yang sakit berkumur. Kenapa harus baskom? Karena air itu keluar dari mulut si sakit, siapa tau terdapat banyak bakteri atau bibit penyakit. Sebaiknya dibuang di baskom bukan dibuang di handuk.

  1. Air gelas

Digunakan untuk berkumur dan membersihkan mulut dari kotoran. Setelah itu keluarkan di baskom yang telah di sediakan.

Langkah-langkah cara wudhu bagi orang sakit:

cara tayamum orang sakit

  1. Pertama-tama kita mulai dengan mencuci kedua tangan. Biasanya pasien rumah sakit menggunakan infuse. Bagian yang ditutupi plester infuse sebaiknya kita hindari dari air, karena berbahaya jika basah. Rapatkan kedua telapak tangan, kemudian kita semprotkan air ke tangannya. Gunakan untuk mencuci kedua tangan, terus lakukan hingga 3 kali.
  2. Berikutnya kita berkumur, kita ambil gelas yang berisi air untuk kumur. Kemudian berikan kepada pasien untuk berkumur. Lalu buang air bekas kumuran tadi ke dalam baskom. Cukup satu kali saja.
  3. Kemudian membersihkan hidung, air yang ada di dalam gelas kita tuangkan ke tangan kanan atau kiri pasien. Kemudian suruh pasien untuk menghisap air tersebut untuk membersihkan hidung. Cukup satu kali jika dirasa benar-benar basah atau bersih.
  4. Selanjutnya kita mencuci wajah dengan menggunakan air dalam semprotan. Kita semprotkan di kedua telapak tangan. Lalu usapkan di wajah kita, selama ada air yang mengalir di wajah sudah cukup. Ketika kita merasa ada bagian yang belum basah, maka kita bisa ulangi.
  5. Membersihkan tangan sampai siku dengan tetap menghindari bagian plester infuse. Kita awali dengan tangan kanan dahulu. Kita semprotkan di telapak tangan kiri kemudian kita usapkan di tangan kanan sampai siku. Begitu sebaliknya, cukup satu kali saja.
  6. Kemudian membersihkan kepala, dengan menyemprotkan di telapak tangan sedikit saja. Lalu usapkan ke kepala dari depan ke belakang lalu ke depan lagi. Cukup satu kali saja.
  7. Setelah itu kita bersihkan bagian kaki, handuk kita pindahkan di bagian bawah kaki. Lalu pasien membersihkan kaki dengan dibantu dengan teman atau keluarga. Semprotkan di kedua telapak tangan lalu bersihkan kaki sampai bersih. Jika tangan yang ada infuse tidak bisa banyak gerak maka cukup gunakan satu tangan saja.
  8. Kemudian pasien membaca do’a setelah wudhu dan dilanjutkan dengan sholat.

Itulah bagaimana cara tayamum orang sakit atau bersuci yang bisa Anda bantu orang yang sedang sakit tersebut. Setelah selesai wudhu atau bersuci bagaima cara sholat orang sakit? Mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Bagaimana Cara Shalat Orang Sakit?

cara tayamum orang sakit
geydardzhemal.livejournal.com

Bagi orang yang sedang sakit rakaat sholatnya tidak dikurangi karena bukan musyafir. Pasien boleh selonjor selama shalat, karena tidak bisa bersila. Untuk takbirattul ihram bacaannya sama seperti shalat biasa.

  1. Takbir

Membaca takbirattul ihram seperti biasa.

“Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah”. (HR al-Bukhari no. 1117)

  1. Membaca Al-fatihah dan surat pendek

Membaca surat Al-fatihah kemudian surat-suratan pendek seperti saat sholat biasa.

Didukung juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Faatihatul Kitaab, maka ia cacat, maka ia cacat” (HR.Ibnu Majah 693, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

  1. Ruku

Saat ruku badan agak condong sedikit ke depan dengan membaca do’a ruku biasa.

Dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshori disebutkan,

“Ketika ruku, ia meletakkan kedua tangannya pada lututnya.” (HR. Abu Daud no. 863 dan An Nasai no. 1037. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa hadits ini bersanad hasan).

  1. I’tidal

Ketika I’tidal kembali ke posisi semula.

“Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah ‘, lalu ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamdu’.”  (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411)

  1. Sujud

Ketika sujud dibuat lebih rendah ketimbang rukuk, sebisanya. Kemudian membaca do’a sujud.

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), (2,3) telapak tangan kanan dan kiri, (4,5) lutut kanan dan kiri, dan (6,7) ujung kaki kanan dan kiri. ” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490)

  1. Duduk antara dua sujud

Kembali ke posisi semula dan membaca doa duduk antara dua sujud.

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk setelah melakukan dua raka’at, kaki kiri saat itu diduduki dan kaki kanan ditegakkan. Dan ketika saat duduk pada raka’at terakhir atau tasyahud akhir, kaki kiri dikeluarkan, kaki kanan ditegakkan, lalu duduk di lantai.” (HR. Bukhari no. 828).

  1. Tasyahud

Sama seperti posisi awal, dan membaca do’a tasyahud seperti biasa.

“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: (1) siksa neraka jahannam, (2) siksa kubur, (3) penyimpangan ketika hidup dan mati, (4) kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim no. 588).

Hukum-Hukum yang berkaitan dengan sholat orang yang sedang sakit

Di antara hukum-hukum yang berhubungan dengan orang sakit dalam ibadah sholatnya adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang sedang sakit wajib menjalankan sholat 5 waktu sesuai kemampuannya, sebagaimana yang diperintahkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. (Qs. At-Taghâbûn/ 64:16)

Inilah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ‘Imrân bin Hushain:

Pernah Penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara sholatnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Sholatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah.” (HR al-Bukhari no. 1117)

  1. Orang yang sedang sakit tidak boleh melalaikan sholat wajib 5 waktunya dalam segala kondisi dan situasi selama pikirannya masih baik.

Demikianlah sedikit pembahasan tentag cara tayamum orang sakit dan beberapa cara sholat bagi orang sakit semoga bisa membantu kita semua dalam menjalankan ibadah kepada-Nya. Sejatinya semua kebenaran berasal dari Allah, dan kesalahan merupakan kesalahan penulis. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *